You are here

Semakin Viral Kebohongan,Disitulah Letak Kebenaran. (sebuah tips Mencermati Hoax Yang Beredar)

images-1

Entah benar atau salah, faktanya sebuah kebohongan berita (hoax) bisa dan biasa menjadi kebenaran yang semu ketika berita bohong itu secara masih dishare secara massive dalam media online dan offline. Tak jarang media mainstream pun ikutan latah dalam memviralkan kebohongan itu tanpa cek dan ricek sesuai kaidah jurnalistik yang benar dan mengkesampingkan kode etik jurnalistik.

Tak ayal kebohongan menjadi kebenaran publik yg di yakini sebagai fatwa yang adiluhung dan mengarahkan pada radikalisme. #cerdaslawanhoax menjadi jargon utama memerangi hoax. Bagaimana mensikapi hoax dan mencegahnya berikut ini tips mencermati hoax dan antisipasinya.

images

  1. Mencermati informasi yg beredar. Ciri-ciri utama berita hoax adalah berita itu jika nemberitakan konflik dua pihak maka berita akan berat sebelah dan cederung memojokan salah satu pihak. Berita itu banyak di repetisi baik itu di jejaring media sosial, masseger, portal berita, ataupun website lain. Bagaiman mencegah kita untuk paham pada pola berita seperti ini? Cara termudah jangan latah untuk klik share berita, membaca mencermati, membadingkan fakta, mencari pembanding dengan cara googling. Bila menemukan berita hoax laporkan.
  2. Berusaha Banyak berita dan jika mungkin berdiskusi ringan sehingga  kita bias melihat berita lebih mendalam dan akhirnya kita dapat memastikan kebenaran berita tersebut.
  3. Jangan kepo, baper dan galau dalam mensikapi sebuah berita. Berusahalah menjadi netral. Contoh berita hoax dan tanggapan netral atau kepo, baper dan galau. Contoh: beredar kabar Raja Salman punya second agenda berkunjung ke Indonesia salah satunya yaitu mencarikan jodoh putrinya yg hilang. Tangapan orang kepo: “siapa tuh jodohnya cari di infotainmentlah” Tanggapan orang baper “putri raja aja jomblo, apalagi gue, share aja deh biar menguatkan mental jomblower yg lain”. Tangapan orang galau : “ikut berduka putri atas status jomblomu”. Orang netral akan bersikap “santai bro tenang aja bro gimana mau di jodohin orang putri raja arab udah punya suami”. orang yang netral pada sebuah berita maka dia akan berusaha mencari berita pembanding lebih dahulu dan berusaha untuk tidak mudah untuk memberi like atau mengshare berita itu baru berkomentar.
  4. Jika punya waktu kita dapat menyimak berita dari berbagai sumber sebelum meyakini kebenaranya.
  5. Menjaga jempol dan jari kita untuk tidak mudah mengklik share karena hari-hari ini jarimu adalah harimaumu

Menjadi bijak dalam bersikap terhadapat suatu berita yang mengadung berita hoax akan menyelamatkan anda semua dunia akhirat. Memang sulit untuk menghindar dari yang namanya hoax, namun bila ada geram dengan hoax, ada 3 syarat utama menjadi radikalist penyebar perdamaian dan seruan kasi.

  • anda orang kaya dan mau menjadi radikalist penyebar perdamaian dan kasih
  • anda harus berani ambil berbagai resiko
  • punya ahli waris yang jelas
  • mampu memimpin perusahaan international

hoax

Caranya  beli saja saham facebook, Whatshup, google, line BBM dan berbagai media sosial lainya mengapa demikian karena hoax sumber kekacauan dunia berasal dari sana media sosial dan media online. By the way  friend, barangkali negara kita berminat juga menjadikan perusahaan media sosial dan media online sebagai BUMN layaknya Telkom untuk memerangi hoax membantu pihak BNPT……pisss salam damai (*)

peacebless
peacebless
Pelaku usaha yg konsern pada usaha menjaga perdamaian. Menjaga perdamaian dengan perut kenyang dan berusaha memberikan peluang kerja bagi angkatan kerja muda agar fokus pada masa depan dan tidak menjadi bodoh oleh kegiatan radikal. Karena hidup itu penuh warna, canda dan usaha maka perlu di pertahankan.
http://www.mubengminger.blogspot.com
Top