You are here

KAMI INDONESIA

 

www.peacebless.damai.id-28/02/2017.  Kembali terdengar berita mengenai kejadian tindakan radikal dengan adanya peledakan bom di bandung. memang tidak ada lagi korban yang terjadi dari pihak masyarakat yang tak bersalah, namun tetap saja tindakan tindakan ini  kembali meresakan masyarakat.download-1

Namun sudah ada kabar yang membaut kita merasa perlu sedikit lega bahawa sekarang ini masayarakt menjadi lebih peka dan waspada pada para pelaku radikalisme ini dan masyarakat berani bertindak untuk melakukan pencegahan tindakan radikalisme ini. Aksi heroik anak sekolah dan warga masyarakat yang mencoba mencegah tindakan peledakan bom menjadi tanda bahwa masyarakat semakin pede untuk menolak tindakan-tindakan semacam ini.

Masih perlu untuk kembali dipikirkan bagaimana masyarakat juga turut serta dalam proses deradikalisasi pada para mantan teroris. Hal ini menjadi pemikiran karena, belakangan para mantan teroisi ini menjadi sulit untuk membali kemasyarakat karena adanya penolakan dan stikma pada para mantan, hal inilah yang menurut saya justru akan membahayakan. karena kesulitan mencari kerja, mencari tanda identitas dan bahakan adaya penolakan maka para mantan ini yang masih memeliki rasa sayang pada mantan ideologinya justru akan semakin memudahkan mereka justru dipinang sebagai “pengantin bom bunuh diri”

Adanya penolakan dan penghakiman diluar pengadilan justru menjadi pemicu kembalinya radikalismen seorang “mantan”para mantan yang sejatinya mungkin karena kepepet masalah ekonomi dan penghidupan mereka lalu mereka keblinger pada sebuah ideologi yang palsu menjadikan mereka korban sekaligus pelaku radikalisme itu sendiri.

Dengan sejuta alasan pula masyarakat menolah para mantan ini mungkin karena ada keluarga mereka yang menjadi korban atau karena usahanya menjadi terhambat karena tindakan radikalisme itu, sehingga hawa penolakan menjadi sangat kuat dalam masyarakat.

Rasanya menjadi relevan kata ikhlas disematkan dalam peristiwa dan proses deradikalisasi. Mengapa kata ikhlas menjadi penting dalam roses ini, ya tanpa keiklasan mustahil para mantan ini dapat kembali menjadi masyarakat normal karena ada dendam, sakit hati, dan pembiaran pada para mantan yang menurut saya jauh lebih kejam dari pada hukuman mati atau seumur hidup.

Coba kita bayangkan jika seandainya kita yang berada pada posisi  “mantan” apakah kita akan mampu bertahan dalam alam penolakan, stikma, dan bahkan sasaran balas dendam atas sebuah peristiwa radikalisme yang mungkin bukan kita  pelakunya?

Maka sebagai masyarakat yang beradap kita harus menempatkan kata ikhlas dalam sebuah konteks deradikalisasi sehingga kita mampu merangkul kembali para mantan untuk kembali pada pangkuan pancasila sebagai ideologi yang paling benar dalam negeri ini.

Apa yang sebenarnya ingin saya katakan melalui artikel ini terkait dengan situasi yang ada akhir-akhir ini? Mari belajar ilmu ikhlas tidak hanya saja pada para mantan teroris atau penganut “ideologi sesat” untuk kembali meyakini bahawa pancasila adalah ideologi terbaik bagi bangsa dan negara ini sehingga akhirnya tidak ada lagi radikalisme di bumi Indonesia. Tidak hanya itu saja banyak hal yang harus kita ikhlaskan demi tegaknya bangsa ini. tidak hanya harta,nyawa bahkan tahta sekalipun harus berani kita ikhlaskan demi bangsa ini yang di bangun dan didasarkan pada perjuangan serta  nyawa para pahlawan. Sehingga  tidak ada lagi perbedaan apapun diantara bangsa ini. bukan saja ideologi, kepartaian, politik, budaya, bahasa dan masih banyak lagi, yang akhirnya hanya ada satu kata kami adalah INDONESIA. semoga Tuhan membuka semua hati dari kita bangsa indonesia untuk ikhlas meneriakan KAMI INDONESIA   (*)

 

peacebless
peacebless
Pelaku usaha yg konsern pada usaha menjaga perdamaian. Menjaga perdamaian dengan perut kenyang dan berusaha memberikan peluang kerja bagi angkatan kerja muda agar fokus pada masa depan dan tidak menjadi bodoh oleh kegiatan radikal. Karena hidup itu penuh warna, canda dan usaha maka perlu di pertahankan.
http://www.mubengminger.blogspot.com
Top